JURNAL FAPET

Portal Jurnal-jurnal Peternakan terlengkap yang dihasilkan oleh Dosen-dosen di lingkup Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya.

TRACER STUDY

Hasil tracer study untuk peningkatan kualitas internal dan eksternal fapet ub. Kami sangat menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan.

JADWAL KULIAH

Jadwal kuliah semester Ganjil 2018/2019

DOWNLOAD BORANG

Kumpulan Borang Fakultas Peternakan

SIADO

Sistem Informasi Akademik Dosen

SIMITA

Sistem Informasi Peminatan dan Tugas Akhir

KOMPLAIN

Keluhan yang disampaikan akan kami sampaikan kepada unit kerja terkait melalui pimpinan Universitas Brawijaya. Seluruh keluhan akan dikelola oleh PIDK (Pusat Informasi, Dokumentasi dan Keluhan).

REPOSITORY

Kumpulan draft manuskrip jurnal mahasiswa S1 Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

PKBR

Informasi Pembinaan Karakter Berbasis Religi

Wawasan Kebangsaan sebagai Tameng Provokatif

Sebagai generasi muda penerus bangsa yang mengenyam pendidikan, mahasiswa perlu mendapatkan pendidikan karakter melalui wawasan kebangsaan. Tujuannya untuk memupuk rasa cinta tanah air agar tidak mudah terprovokatif.

Pasalnya dengan memiliki pengetahuan wawasan kebangsaan yang luas dapat membuka pikiran untuk menerima perbedaan. Lantaran Indonesia terdiri dari banyak suku, ras, dan agama. Yang mana isu-isu mengenai SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) merupakan sasaran empuk untuk melemahkan kecintaan terhadap bangsa dan pemecah persaudaraan.

Maka daripada itu melalui materi wawasan kebangsaan, Prof. Hendrawan Soetanto mengajak mahasiswa untuk mencintai tanah air dan memperkuat jalinan persaudaraan antar suku bangsa. Ia menyampaikannya dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK Maba) di Fapet UB, Kamis (15/08/2019).

Prof. Hendrawan memberikan materi wawasan kebangsaan pada maba Fapet 2019

Dosen minat Nutrisi dan Makanan Ternak ini berpesan agar mahasiswa dapat meningkatkan kewaspadaan provokatif serta berpikir cerdas terhadap rumor terkait politik dan SARA. Sebab pengaruh global mempengaruhi tingkah laku masyarakat sedangkan krisis ekonomi menimbulkan dampak krisis sosial sehingga berpotensi disintegrasi bangsa,

“Generasi penerus harus mampu mempertahankan kemerdekaan. Oleh sebab itu kalian sebagai anak muda jangan mudah terpengaruh dengan berita-berita hoax dan jangan membedakan-bedakan teman yang berasal dari lain daerah atau berbeda keyakinan. Karena kita bertumpah darah satu tanah air Indonesia dan berbangsa satu bangsa Indonesia.” ungkapnya (dta)