Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Wakil Rektor Bidang Kerjasama UB Ajari Olah Limbah untuk Wujudkan Kampung Biogas

Wakil Rektor Bidang Kerjasama UB Ajari Olah Limbah untuk Wujudkan Kampung Biogas

Selasa, 10 Desember 2019
Oleh : Admin Fapet

warek IV UB gagas kampung biogas di Sanan

Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Brawijaya (UB), Prof. Sasmito Djati membimbing peternak mengolah limbah menjadi biogas. Kegiatan yang dilakukan di Sanan Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing – Malang ini menggandeng Dr. Atiek Iriany (FMIPA) dan pakar ternak potong Fakultas Peternakan (Fapet) UB, Dr. Kuswati.
Sasmito menuturkan, sebagai sentra industri tempe terbesar di Kota Malang, hampir 90 persen masyarakat Sanan berprofesi sebagai pengusaha tempe, mulai dari usaha tingkat mikro hingga skala besar. Di sisi lain mereka juga memiliki ternak sapi potong yang mencapai 1000 ekor.
Kondisi tersebut melahirkan limbah yang melimpah baik dari industri tempe maupun limbah ternak. Limbah cair dari pabrik tempe yang tidak diolah secara maksimal akan menghasilkan aroma busuk cukup kuat. Sedangkan kotoran ternak hanya menumpuk terabaikan.
Salah satu solusi penanggulangannya ialah mengolah limbah-limbah tersebut menjadi biogas. Selain dapat digunakan untuk kebutuhan proses industri tempe, bisa juga untuk keperluan dapur rumah tangga pribadi. Sehingga dapat menekan biaya produksi pembuatan tempe.
Sementara itu limbah dari industri tempe berupa kulit ari kedelai dan air rebusan kedelai dapat dimanfaatkan untuk sumber tambahan pakan dan minum ternak. Kuswati mengatakan kedelai tinggi kandungan nutrisi, meskipun berasal dari sisa air rebusan dan kulit arinya. Pemberian sisa kedelai ini bisa untuk penggemukan sapi potong.
“Kami berharap langkah ini dapat mengatasi masalah limbah di Sanan, baik limbah dari industri tempe maupun limbah kotoran ternak. Agar menambah keterampilan masyarakat sekaligus menambah income pendapatan.” papar Sasmito
“Di sisi lain mewujudkan kampung biogas sebagai representasi green campus oleh Universitas Brawijaya.” pungkasnya (dta)

Posted in Berita