Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Tanggapi Isu Telur Ayam Berdioksin Fapet UB Undang Pelaku Peternakan untuk Diskusi

Tanggapi Isu Telur Ayam Berdioksin Fapet UB Undang Pelaku Peternakan untuk Diskusi

Senin, 25 November 2019
Oleh : Admin Fapet

Menjelang akhir tahun 2019 dunia peternakan dihebohkan dengan isu telur ayam mengandung dioksin 100 kali lipat dibandingkan telur yang ada di Eropa. Kabar tersebut mencuat setelah penelitian dari International Pollutants Elimination Network (IPEN) menyatakan bahwa telur ayam kampung di Desa Bangun Kabupaten Mojokerto dan Desa Tropodo Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengandung dioksin. Yakni zat berbahaya yang dapat mengganggu pertahanan tubuh hingga pemicu tumor dan kanker.
Sumber dioksin utama berasal dari pembakaran sampah plastik, hasil samping proses produksi pestisida, industri baja, industri kertas, pembakaran hutan, serta aktivitas gunung merapi. Industri yang menggunakan klorin dengan pemanasan tinggi akan menyebabkan dioksin, yangmana penyebarannya dapat melalui udara dan tanah.
Menanggapi hal tersebut Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) bekerjasama dengan Paguyuban Peternak Ayam Ras Petelur Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang mengadakan sarasehan, Minggu (25/11/2019). Bertempat di ruang rapat senat lt.6 Gd. V, acara ini mengundang Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, serta Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN).
Menyikapi isu pencemaran dioksin, Kepala Dinas Pemprov Jatim, Gubernur, dan Wakil Gubernur bertolak ke lokasi yaitu Desa Bangun Kabupaten Mojokerto yang dekat dengan pabrik tahu. Mereka menyimpulkan bahwa hasil penelitian IPEN dianggap kurang relevan, sebab sampel telur ayam kampung didapat dari populasi lima ekor. Sedangkan Jawa Timur merupakan gudang ayam petelur nasional dengan populasi 45 juta atau setara 29%.
Dispet memastikan bahwa 22% peternak rakyat secara nasional telah sesuai Good Farming Practices sehingga ayam dan telur yang beredar aman konsumsi. Santernya isu telur berdioksidan ini harga telur on farm masih stabil yakni 20 hingga 21 ribu rupiah per kilo.

Sejalan dengan pendapat itu, Prof. Suyadi selaku Dekan sembari membuka acara mengatakan bahwa hasil penelitian IPEN yang telah dipublikasi oleh media asing seperti CNN dan New York Times juga kurang relevan. Karena sample dari tiga butir telur ayam yang dipelihara dekat dengan tempat pembakaran sampah plastik belum dapat mewakili keseluruhan telur ayam di Jawa Timur.
Ia mengatakan mengkonsumsi telur yang berdioksin lebih aman daripada berkendara sepeda motor tanpa menggunakan masker. Sebab paparan polusi hasil pembakaran kendaraan khususnya bus dan truk akan terhirup langsung dan sangat buruk untuk paru-paru. Kalaupun ayam yang dipelihara terkena dioksin maka kandungan dioksin dalam telur lebih sedikit, sebab telur mendapat saringan dari ayam dan bukan lagi bagian dari tubuh ayam.
Oleh karenanya salah satu upaya pemerintah yang dilakukan oleh Dinas Peternakan tingkat provinsi maupun Kabupaten di Jawa Timur untuk meyakinkan masyarakat, ialah menggelakkan acara makan telur bersama. Serta mendatangkan media untuk melakukan press conference yang menyatakan bahwa telur ayam di Jawa Timur aman dikonsumsi.
Ketua Pelaksana sarasehan, Dr. Siti Azizah mengatakan bahwa kedepannya peneliti di Fapet UB akan follow up hasil penelitian sebagai senjata menyerang berita yang tidak benar. Ia berharap melalui kegiatan seperti ini akan membentuk networking dan forum khusus yang bersifat kontinyu untuk menyikapi isu-isu peternakan yang beredar di masyarakat. (dta)
 
 

Posted in Berita