Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Strategi Daya Saing Ayam Broiler Tembus Pasar Bebas ASEAN

Strategi Daya Saing Ayam Broiler Tembus Pasar Bebas ASEAN

Jumat, 25 September 2020
Oleh : Admin Fapet

Peningkatan kualitas produk diperlukan guna menangkap peluang daya saing di kawasan ASEAN. Hingga saat ini sebesar 86% industri perunggasan Indonesia menjadi pemasok protein hewani. Sebab harga daging broiler lebih terjangkau dibandingkan daging sapi, serta  struktur usaha didominasi industri besar sehingga efisien dan terintegrasi secara vertikal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2019, sejak tahun 2017 terjadi peningkatan 723% ekspor daging ayam broiler beku dan olahannya ke Timur Leste, Papua Nugini, Jepang, bahkan Afrika Barat. Capaian tersebut menunjukkan industri ayam ras pedaging memiliki kemampuan daya saing yang memadai untuk memenuhi kebutuhan baik pasar domestik dan ekspor.
Fenomena itu membuat Dosen Fakultas Pertanian Universitas Dr. Soetomo, Ir. Siti Naviah, MS melakukan penelitian tentang daya saing ayam broiler di pasar ASEAN. Penelitian yang digunakan sebagai laporan akhir disertasi itu dilakukan bersama dosen pembimbing yang terdiri dari Prof.Dr.Ir. Zaenal Fanani, M.S., IPU, Dr.Ir. Bambang Ali Nugroho,  MS.,DEA.,DAA.,IPM., ASEAN ENG, dan Dr.Ir.Irfan H.Djunaidi, M.Sc., IPM., ASEAN ENG.
Siti merupakan mahasiswa Program Doktor Ilmu Ternak di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB). Demi memperoleh gelar Doktor, ia menempuh ujian akhir disertasi secara daring, Jumat (25/09/2020).
Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Kabupaten Lamongan sebagai populasi ternak unggas terbesar di Jawa Timur. Sementara itu sampel penelitian terdiri dari peternak plasma kecil sebanyak 200 peternak dan plasma besar sebanyak 26 peternak, 12  perusahaan mitra inti, dan dua pedagang pemotong yang memiliki Rumah Pemotongan Ayam (RPA).
Selanjutnya data dianalisis menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM) dan perhitungan nilai PCR (Private Cost Ratio). Dimana berfokus pada faktor  variabel penerimaan, biaya input tradabel, biaya faktor domestik, dan keuntungan, dihitung berdasarkan  harga privat (pasar) untuk analisis finansial dan harga sosial untuk analisis ekonomi.
Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa agribisnis ayam pedaging memiliki keunggulan  kompetitif  dengan indikator nilai Private Cost Ratio (PCR) < dari l pada semua skala produksi. Artinya kegiatan tersebut mempunyai kemampuan untuk membayar biaya sumberdaya domestik dan tetap kompetitif pada harga privat. Sedangkan indikator DRCR (Domestic Resource Cost Ratio) pada kedua skala produksi < l, hal ini berarti dapat menghemat biaya sumberdaya domestik untuk dapat  menghasilkan satu unit devisa.
Agribisnis mempunyai nilai efisiensi dengan nilai keuntungan privat positif, hal ini mengisyaratkan agribisnis peternakan mampu bersaing pada tingkat harga aktual.
“Sebenarnya perusahaan ayam broiler memiliki strategi membuka peluang pasar yang besar. Oleh karena itu perlu dibentuk model kerangka pembangunan peternakan ayam dalam memasuki pasar bebas ASEAN.” Jelas Siti
“Lalu dalam rangka menciptakan efisiensi agribisnis ayam nasional diperlukan koordinasi stakeholder, peran Pemerintah sebagai pusat pengendali agar terjadi keseimbangan antara pengusaha besar dengan peternak rakyat. Dukungan promosi disemua skala peternak guna meningkatkan daya saing, dibentuk model pengelolaan berkelompok dan terintegrasi dengan pabrik pakan dan pembibibitan skala kecil, petani jagung guna menekan harga input, dimana peternak Mandiri bergabung dengan kelompok Sentra Perunggasan Rakyat (SPR).” Pungkasnya (dta)
 

Posted in Berita