Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Potensi Bisnis Unggas di Indonesia

Rabu, 13 April 2016
Oleh : Admin Fapet

pembekalan

pembekalan calon wisudawan Fapet 

Jumlah konsumen daging unggas (khususnya ayam) di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASIA lainnya, sedangkan jumlah penduduk Indonesia membludak. Menurut Ir. Jarot Rustanto H.P. Deputy General Manager PT. Sinar Sarana Sentosa hal tersebut yang membuat potensi bisnis unggas di indonesia terbuka lebar. Selain itu dewasa ini tren konsumsi unggas di dunia juga semakin meningkat.

Jarot merupakan alumni Fakultas Peternakan angkatan tahun ’91 yang dipercaya Fakultas Peternakan untuk memberikan motivasi dan gambaran dunia kerja kepada calon wisudawan Fapet. Melakui kegiatan yang bertajuk Pembekalan Memasuki Dunia Kerja bagi Para Calon Wisudawan Fakultas Peternakan pada Jumat (8/4) lalu, beliau menyampaikan tentang prospek peternakan unggas di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa daging ayam merupakan sumber protein hewani yang relatif terjangkau jika dibandingkan dengan harga daging sapi, namun kualitas kandungan proteinnya hampir sama.

Pada kesempatan tersebut Jarot memaparkan faktor-faktor yang mendukung potensi bisnis unggas di Indonesia antara lain konsumsi rendah yang tidak diimbangi dengan besarnya jumlah penduduk sehingga peluang di pasar terbuka lebar, banyak investor yang tertarik dengan bisnis perunggasan serta penggunaan bibit unggul (Great Grand Parents Stock) yang masih import. Sementara itu tantangannya ialah persaingan produk luar negeri yang masuk ke Indonesia dan iklim di Indonesia yang panas dan lembab. Bisnis unggas merupakan bisnis yang padat teknologi dan padat modal maksudnya dengan memodernisasi alat-alat peternakan yang memanfaatkan kemajuan teknologi dapat meringatkan pekerjaan peternak sehingga peternak tidak lagi berada di kandang yang bau.

Sistem budidaya unggas komersial dapat ditempuh melalui 2 jalur seperti kemitraan dan mandiri. Jalur kemitraan berarti bekerjasama dengan perusahaan peternakan, peternak  tidak membeli bibit dan tidak memasarkan hasil panen sendiri. Mereka memperoleh penghasilan atas dasar kesepakatan dengan inti. Sedangkan jalur mandiri ditempuh dengan usaha sendiri membeli bibit dari pabrikan dan menjual hasil panen sendiri sehingga untung maupun rugi ditanggung sendiri. Jika modal usaha ternak ini kecil, saat mengalami kerugian akan kesulitan memulai usaha lagi. (dta)

 

Posted in Berita