Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Peternak Sapi Perah dari Belgia Bagikan Pengalaman ke Mahasiswa Fapet

Senin, 22 Pebruari 2016
Oleh : Admin Fapet

belgia

peternak Fam Versteynen bagikan ilmu ke mahasiswa Fapet

Adalah Jan Versteynen dan Elisabeth de Bont, sepasang suami istri asal Belgia yang berkecimpung di dunia peternakan sapi perah. Mereka memiliki peternakan keluarga Fam Versteynen, yang saat ini mengelola 400 ekor sapi perah. Peternakan tersebut hanya ditangani oleh Versteynen beserta istri dan anak laki-lakinya. Namun mereka didukung dengan peralatan modern yang serba canggih.
Berbekal pengalaman dalam mengelola ratusan ternak dengan minimnya sumber daya manusia, Jan beserta istri membagikan ilmunya kepada mahasiswa peternakan. Jumat (19/2) yang lalu ia berkunjung ke Fakultas Peternakan dan meluangkan waktu untuk bercerita tentang sistem peternakan di Fam Versteynen.
Pada kesempatan tersebut Elisabeth menjelaskan sistem beternak yang mereka gunakan mulai dari pembangunan kandang, kandang khusus untuk induk yang akan melahirkan, campuran makanan hingga proses pemerahan susu. Berbeda dengan peternakan di Indonesia yang diangon di dalam kandang, disana mereka menerapkan sistem peternakan inside dan outside. Artinya ternak akan dilepaskan dialam bebas saat summer agar ternak bisa menikmati rumput segar secara langsung. Kemudian Elis juga memaparkan tentang campuran pakan ternak yang terdiri dari kedelai, rumput dan tetes tebu untuk menghasilkan pakan yang mengandung protein dan sumber energi.
Proses pemerahan susu di Fam Versteynen dilakukan 3-4 kali sehari yang menggunakan alat pemerah khusus. Dijalankan dengan mesin robotik otomatis yang dilengkapi kamera pengontrol dan detektor penyakit. Operator hanya mengawasi dari kejauhan proses pemerahan tanpa harus turun tangan langsung. Alat pendeteksi penyakit akan otomatis menangkap sinyal penyakit jika ada sapi yang terinfeksi penyakit atau virus, sehingga bisa ditangani sejak dini dengan diberikan suntikan antibiotik. Selain detektor penyakit, mesin tersebut juga dilengkapi dengan pembersih otomatis yang akan membersihkan alat tersebut sebelum dan sesudah pemerahan. Sehingga kualitas susu dan kebersihan di peternakan tersebut sudah terjamin. Susu hasil pemerahan di peternakan Fam Versteynen dikirim ke perusahaan besar seperti Frisian Flag dan Campina. (dta)

Posted in Berita