Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Pengembangan Sapi Potong di Kabupaten Gorontalo Perlu Dukungan dari Pemerintah

Pengembangan Sapi Potong di Kabupaten Gorontalo Perlu Dukungan dari Pemerintah

Rabu, 11 Desember 2019
Oleh : Admin Fapet

ujian disertasi terbuka atas nama La ode Sahara, S.Pt.,M.Si

Populasi sapi potong di Kabupaten Gorontalo mencapai 65.539 satuan ternak (ST) dengan rata-rata pertumbuhan 4.27% per tahun. Namun luas wilayah untuk pola pemeliharaan ekstensif masih terbatas. Sehingga pengembangan sapi potong dapat diarahkan pada pola semi intensif dan intensif melalui sistem integrasi tanaman dan ternak (crop livestock system).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh La Ode Sahara, S.Pt.,M.Si, dosen Universitas Negeri Gorontalo melalui ujian disertasi terbuka, Selasa (10/12/2019). Bersama dosen pembimbing Prof. Zaenal Fanani, Dr. Bambang Ali Nugroho, dan Dr. Irfan H. Djunaidi ia meneliti “Analisis Kebijakan Pengembangan Sapi Potong Berbasis Logistik Pakan di Kabupaten Gorontalo.”
Mahasiswa program doktor di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) ini mengatakan pada dasarnya pengembangan sapi potong dilakukan melalui berbagai kebijakan pemerintah. Akan tetapi realitas di lapangan belum mampu mendorong peternak untuk memanfaatkan potensi sumberdaya pakan yang tersedia.
“Permasalahannya peternak masih menganut sistem tradisional yang minim aplikasi manajemen dan teknologi. Sehingga dibutuhkan sistem logistik pakan yang mempertimbangkan aspek kuantitas, kualitas, dan kontinuitas penyediaan pakan.” Sambungnya
Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Februati hingga Agustus tahun 2018 ini menggunakan metode survey dengan tahapan analisis data. Diantaranya karakterisasi populasi sapi potong, inventarisasi dan pemetaan wilayah pengembangan, deskripsi tipologi peternakan dan logistik pakan, serta formulasi alternatif kebijakan pengembangan sapi potong berbasis logistik pakan.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan besaran nilai presentase dukungan kebijakan pemerintah sebesar 56,4%. Artinya implementasi alternatif kebijakan pengembangan sapi potong berbasis logistik pakan di Kabupaten Gorontalo membutuhkan dukungan yang besar dari pemerintah sebagai institusi pengambil kebijakan. Dukungan yang dapat diberikan berupa kepastian regulasi dan alokasi anggaran yang memadai. (dta)
 
 

Posted in Berita