Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

PENGABDIAN MAHASISWA PETERNAKAN DI DESA ASTANA LEMBU, MAGETAN

Selasa, 16 Juni 2015
Oleh : Admin Fapet

image001

Tim PKM-M bersama Dosen Pembimbing dan Kepala Desa Janggan

Bukan lagi saatnya Sarjana Masuk Desa, akan tetapi Mahasiswa Masuk Desa. Begitulah motto dari lima Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dalam kontribusinya menjadi agent of changes. Adalah Mirsa Ita Dewi Adiana, Lusiani, Danung Nur Adli, Dita Zulfadin Dahlan dan Didik Hamonangan Nasution. Di bawah bimbingan Dosen Peternakan Bagian Nutrisi, Rini Dwi Wahyuni, S.Pt., MSc., mereka mengabdikan diri untuk membantu peternak-peternak di Indonesia.
“Kami memilih Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan karena ketertarikan kami atas predikat Desa Astana Lembu tersebut. Dari hasil survei dan pengamatan kami, desa tersebut masih belum mampu memanajemen peternakannya secara efektif dan efisien. Salah satunya masalah manajemen Pakan.” ujar Lusiani Ketua Pelaksana.
Menurut Mirsa kondisi petani peternak di sana masih sangat tradisional. Sangat disayangkan jika ternak-ternak di sana tidak diberdayakan dalam masalah pakan. “Kan hewan juga punya Animal Walfare, jadi harus diberdayakan selayaknya makhluk hidup. Apa yang kita berikan ke ternak, akan berbanding lurus dengan apa yang akan ternak berikan kepada kita.” tambah Mirsa sebagai pengusul program.
Melalui Program Battling Games (Beef Cattle Counseling of Janggan Farmers), mereka membantu petani peternak dalam pengolahan pakan yang berkualitas dengan pemanfaatan limbah yang ada di sana. Diantaranya yaitu Pakan AJEP (Amoniasi Jerami Padi) dan Kamblok (Kotoran Ayam Molasses Block).
“alasan kami mengangkat teknologi pakan tersebut karena pada saat musim paceklik mereka sangat kesulitan dalam penyediaan pakan yang nutrisinya setara dengan hijauan. Sehingga, sering kali mengalami kerugian dan penggemukan yang lambat” jelas Dita.
Danung memaparkan bahwa, pakan jerami di sana diberikan ke ternak secara langsung tanpa diolah. Padahal, dengan cara tersebut tidak memberikan arti bagi ternaknya, justru akan menyebabkan ternak susah mencerna dan tidak membuat ternaknya cepat gemuk. Dengan pengolahan Amoniasi Jerami yang berbahan dasar Urea tersebut, dapat memecah ikatan lignin dan silica yang ada pada jerami. Pada intinya, teknologi Amoniasi Jerami dapat meningkatkan nilai nutrisi dan kecernaan jerami. Sedangkan untuk Kamblok itu sendiri kita memanfaatkan kotoran ayam sebagai sumber protein, dicampur dengan bahan lainnya seperti molasses, dedak, semen dan garam dicampur dan dicetak menjadi block.
“kamblok itu modifikasi dari UMB (Urea Molasses Block) yang biasa disebut dengan permen sapi. Mungkin bagi kita itu sudah hal biasa. Namun, bagi peternak di Desa Janggan sangat luar biasa karena kebermanfaatanya sebagai suplemen ternak” tambah Danung menjelaskan.
image003
Hasil kegiatan program Pengabdian Masyarakat yang diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa tersebut, menghasilkan dampak yang positif bagi peternak di sana. Sampai sekarang pun terbentuklah Kelompok Peternak Pintar untuk bekerjasama berkelanjutan dengan pihak Tim PKM-M tersebut.
Hasil monitoring yang telah dilaksanakan selama 4 kali tersebut, peternak di sana sudah mampu mengaplikasikan berbagai macam olahan teknologi pakan. Malah peternak di sana sudah mulai berinisiatif mengolah limbah-limbah di sekitar menjadi amoniasi dan pemanfaatan pakan lainnya.
“saya berharap akan ada terus kelanjutan program seperti ini, kami peternak di sinipun sangat bahagia menerima kedatangan mahasiswa Peternakan Universitas Brawijaya yang mau membantu peternak di Indonesia khususnya di Desa kami” ujar Bapak Kepala Desa Janggan.

Posted in Berita