Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Olah Limbah Ternak Mahasiswa Fapet UB Raih Juara II UNC

Rabu, 21 September 2016
Oleh : Admin Fapet

IMG-20160919-WA0005

Satu lagi tim Fakultas Peternakan UB yang berjaya dalam ajang U-Read National Competition (UNC),adalah Uzwajul Mutoharoh (2014), Muji Astutik (2013), dan Aprilia Retno (2014). Mereka menyabet juara II pada kompetisi yang digelar oleh Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan dengan mengangkat judul “Bioponic Inovasi Bioaktivator Organik Berbasis Pemanfaatan Limbah Organik Sebagai Addict Value Limbah Peternakan Menjadi Kompos untuk Mewujudkan Indonesia Mandiri.”

Dibawah bimbingan Ir. Endang Setyowati, MS, tim yang berlaga pada 14-17/9/2016 lalu ini membuat pupuk kompos dengan memadukan bahan bioaktivator dan feses sapi. Secara alami feses sapi membutuhkan waktu 3-4 bulan untuk menjadi kompos namun bioaktivator dapat membantu mempercepat proses dekomposisi feses menjadi kompos. Komposisi bahan bioaktivator ini terdiri dari limbah sayur, empon-empon, dan molasses.

Menurut Uzwa, selama ini limbah ternak difokuskan untuk dimanfaatkan menjadi  biogas dan pupuk konvensional. Pengolahan biogas dirasa kurang efektif karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sementara itu untuk pupuk konvensional membutuhkan waktu lama. Perpaduan limbah ternak dan limbah sayur ini jauh lebih ekonomis dan mudah didapat. Setelah melakukan survey lapangan, Uzwa dkk menemukan  pasar besar kota Batu yang memiliki limbah sayur paling banyak.

“Kami tidak menyangka dapat meraih juara II, karena persiapan yang kurang matang. Namun Alhamdulillah tim kami dapat mengharumkan nama Fakultas dan UB.”jelasnya (dta)

Posted in Berita