Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Mahasiswa PPS Fapet UB Teliti Strategi Pengembangan Ternak Kuda di Kabupaten Sumba Barat Daya

Jumat, 27 Januari 2017
Oleh : Admin Fapet

disertasi

Mahasiswa Program Pascasarjana (PPS) Fapet UB, Melkianus Dedimus Same Randu, S.Pt.,M.Si meneliti strategi pengembangan ternak kuda di Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian berjudul “Strategi Pengembangan Ternak Kuda (Equus Caballus) sebagai Sumberdaya Lokal yang Bernilai Budaya di Kabupaten Sumba Barat Daya (Studi Kasus Kecamatan Kodi, Kodi Bangedo, dan Kodi Balaghar)” ditempuh untuk meraih gelar doktor. Bertempat di ruang sidang lt.6 Gd.V, ia telah melaksanakan ujian terbuka disertasi, Rabu (25/1/2017).

Menurut dosen jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang ini, kuda merupakan komoditas ternak yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Sebab di wilayah tersebut ternak kuda dimanfaatkan dalam kehidupan masyarakat dan kegiatan sosial budaya. Seperti sebagai belis (mahar) dalam upacara perkawinan, hewan kurban dalam acara kematian, kuda tunggang dalam ritual pasola yakni rasa syukur terhadap hasil panen tahunan, serta destinasi pariwisata.

Dalam penelitiannya, Melki menggunakan wilayah Kodi, Kodi Bangedo, dan Kodi Balaghar sebagai lokasi penelitian. Ketiga wilayah kecamatan di Kabupaten SBD tersebut merupakan wilayah yang memiliki ketergantungan terhadap ternak kuda. Masyarakat umumnya bermata pencaharian sebagai petani dan beternak kuda. Mereka memanfaatkan ternak kuda untuk mempertahankan tradisi sosial budaya, mengatasi hambatan trasnportasi, mendukung kegiatan ekonomi, mengangkut hasil pertanian, dan sebagai tabungan alternatif. Komoditas ternak kuda tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial budaya masyarakat karena secara turun-temurun budaya pasola hanya dilaksanakan di wilayah tersebut.

Namun saat ini peranan dan pemanfaatan ternak kuda dalam kehidupan masyarakat di wilayah ini tidak sebanding dengan ketersediaan jumlah populasi. Berdasarkan data tahun 2014 menyebutkan ketiga wilayah tersebut memberikan kontribusi populasi sebesar 4,34 % – 8,66 %. Apabila dibandingkan kecamatan lainnya di Kabupaten SBD wilayah Kodi tergolong rendah populasi, sehingga memberikan implikasi terhadap keberlanjutan nilai budaya. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya simbolisasi kuda dalam hal perkawinan dan kematian serta terbatasnya jumlah kuda yang dilibatkan dalam ritual budaya pasola.

Penelitian yang dilakukan pada bulan November 2015 hingga Juli 2016 ini melibatkan 106 responden yang terdiri dari 79 peternak kuda dan 27 ahli. Ia menggunakan teknik analisis data penelitian secara deskriptif untuk mengetahui gambaran wilayah penelitian, karakteristik responden, dan kondisi eksisting pengembangan ternak kuda. Hasil tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama para ahli.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi geografis, kondisi topografi, luas wilayah, dan tata guna lahan mendukung untuk pengembangan ternak kuda sebagai sumberdaya lokal yang bernilai budaya di Kabupaten SBD. Dapat disimpulkan penelitian ini merekomendasikan pentingnya meningkatkan jumlah populasi dan skala kepemilikan ternak kuda pada tingkat peternak yang secara implementatif dilakukan melalui penataan unsur kelembagaan usaha tani. Intervensi hal tersebut dengan mengupayakan peningkatan frekuensi penyuluhan atau demonstration plot (demplot). (dta)

Posted in Berita