Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Mahasiswa PPS Fapet UB Kunjungi Institusi Peternakan di Jawa Timur

Selasa, 18 Oktober 2016
Oleh : Admin Fapet

field trip grati

Program Pascasarjana (PPS) Fakultas Peternakan UB mengadakan field trip ke institusi-institusi peternakan di Jawa Timur, Selasa (18/10). Kunjungan tersebut dalam rangka mengenalkan institusi peternakan yang berada di sekitar kampus UB. Mengingat mahasiswa PPS lebih banyak didominasi dari luar wilayah Malang, seperti Aceh, Timor Timur, Gorontalo, Makasar, Lampung, dan Manado, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat memudahkan mereka untuk menjalin kerjasama, misalnya melakukan penelitian.

Peserta field trip diikuti oleh 26 mahasiswa baru PPS yang terdiri dari 22 mahasiswa Program Magister (S2), 4 mahasiswa Program Doktor (S3), Sekretaris PPS, dan staf. Mereka mengunjungi institusi peternakan yang berada di Singosari dan Pasuruan, antara lain Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, UPT Pembibitan Ternak & Hijauan Makanan Ternak (PT & HMT), serta Loka Penelitian Sapi Potong, Grati.

BBIB menyediakan semen (sperma) beku sapi yang pemasarannya sudah ke seluruh wilayah Indonesia dan diekspor ke beberapa negara. Melalui teknologi Inseminasi Buatan (IB) mampu memberikan sejuta harapan terhadap kemajuan peternak di Indonesia. Lantaran tujuan IB ialah mempercepat populasi, sebab satu pejantan sapi mampu membuahi 12 betina serta memperbaiki mutu genetik ternak. Institusi yang terletak di kaki Gunung Arjuna ini juga mengolah hijauan menjadi hay dan silase sebagai bahan pakan cadangan ternak dikala musim kemarau. Mereka mempelajari pembuatan bahan cadangan tersebut dari instasi pendidikan salah satunya UB tentang ketahanan pakan ternak.

Perjalanan rombongan Fapet dilanjutkan mengunjungi UPT PT & HMT yang tak jauh dari BBIB. UPT PT & HMT terletak di Desa Toyomarto, Singosari merupakan UPT dibawah Dinas Peternakan yang memproduksi bibit kambing serta didukung beberapa sapi perah. Selain itu juga menyediakan olahan susu kambing menjadi yoghurt, kefir, ice cream, dan susu pasteurisasi. Saat ini mereka memiliki kambing berjumlah 534 ekor, dengan rincian 230 indukan dan 10 pejantan, yang artinya satu pejantan mampu mengawini 20 ekor betina. Perkawinan tersebut berlangsung secara alami tanpa bantuan IB, dan dalam waktu dua tahun dapat beranak tiga kali. Bibit-bibit kambing yang rata-rata usia 8 bulan hingga 1 tahun dijual ke kelompok ternak. Mereka juga melayani pembelian ecer kepada masyarakat luas.

Tujuan kunjungan yang terakhir yakni Loka Penelitian Sapi Potong (lolitsapi) yang  berdiri sejak 1949 di Mojokerto dan kini pindah ke Grati, Pasuruan. Lolitsapi ini  telah menggandeng kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi (PT) dalam hal penyebaran dan penyediaan bibit sapi unggul. Selain itu juga tersedia beberapa layanan antara lain laboratorium, kandang percobaan, kebun percobaan, pengadaan sapi, dan perpustakaan. (dta)

Posted in Berita