Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Kambing Boer Cocok Untuk Hewan Kurban

Senin, 21 September 2015
Oleh : Admin Fapet

BOER

F1 kambing boer yang berada di lab. lapang Sumber Sekar

Menjelang datangnya Idul Adha 1436H yang jatuh pada 24 September 2015 mendatang, masyarakat sudah mulai hunting hewan kurban. Menurut ajaran Islam bahwa wajib hukumnya berkurban bagi yang mampu. Sapi dan kambing adalah hewan yang paling umum dijadikan hewan kurban di Indonesia. Selama ini masyarakat menggunakan kambing PE (Peranakan Etawah) untuk hewan kurban namun sebenarnya kambing tersebut mengarah ke produksi susu bukan pedaging.
Ir.Hermanto, MP dosen Fapet spesialis kambing mengatakan bahwa kambing boer sangat pas untuk Idul Adha karena merupakan tipe pedaging. Harga yang ditawarkan pun lebih terjangkau daripada harga kambing di pinggir-pinggir jalan. Boer yang berumur 1,5 tahun memiliki berat rata-rata 35-60 kg sedangkan harga yang ditawarkan untuk kambing ini Rp.60.000,-/kg berat hidup, jadi harga bekisar 2 juta hingga 3,5 juta.
Kambing boer yang digunakan untuk konsumsi adalah keturunan unggul pertama (F1) yang memiliki 50% genetik boer, sedangkan boer murni hanya digunakan untuk pembibitan. F1 boer betina akan dikawinkan dengan boer murni untuk menghasilkan F2 genetik 75%. Sementara itu F1 boer jantan belum siap digunakan sebagai bibit, lebih bagus untuk produksi daging.
Fakultas Peternakan  bekerjasama dengan BRI melalui program CSR untuk pengembangan kambing boer, telah memiliki 300 plasma atau sistem kemitraan. Tahun ini merupakan tahun panen pertama yang menghasilkan 30 ekor F1 boer jantan siap jual. Sayangnya ketiga puluh ekor boer ini sudah habis dipesan untuk Idul Qurban. Tahun mendatang Fapet siap menyediakan kurang lebih 100 ekor untuk dikomersilkan. (dta)

Posted in Berita