Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Fermentasi Bungkil Inti Sawit dan Sumber Pati sebagai Prebiotik untuk Menunjang Produktivitas Ayam Pedaging

Rabu, 25 Juli 2018
Oleh : Admin Fapet

Pakan tambahan (feed additive) dalam pakan ternak ayam dapat meningkatkan produktivitas. Akan tetapi memiliki efek negatif yakni menimbulkan residu bagi konsumen yang mengkonsumsi telur dan daging ayam tersebut. Dewasa ini para peternak unggas mulai memberikan feed additive alami, berupa serat pada dinding ragi (Mannan Oligosakarida atau MOS).
Sebab MOS mampu mengaglutinasi bakteri patogen yang menghambat kolonisasi bakteri. Sehingga menyeimbangkan mikroflora yang menyehatkan saluran pencernaan ayam pedaging. Kondisi ini dapat meningkatkan proses pencernaan dan penyerapan nutrisi pakan yang akhirnya menunjang penampilan produksi ayam pedaging.
Namun MOS yang tersedia di pasar Indonesia masih mendatangkan dari luar negeri. Membaca situasi tersebut, Nurhayati, dosen jurusan peternakan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) membuat MOS alternatif dari campuran bungkil inti sawit (BIS) dan sumber pati (onggok). Serat kasar pada bungkil inti sawit yang disebut hemiselulosa mengandung mannan sekitar 58%.
Pada pengekstrakan serat kasar diperlukan kerja enzim melalui proses fermentasi fungi (Apergillus niger). Sementara itu untuk memicu pertumbuhan dan perkembangan aspergillus niger yang optimal perlu ditambahkan sumber pati (onggok).
Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya uji rasio BIS-onggok dan waktu inkubasi uji dosis penggunaan MOS, serta uji pengaruh penggunaan MOS hasil ekstraksi sebagai feed additive dalam pakan terhadap penampilan produksi ayam pedaging.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa komposisi produk fermentasi campuran BIS 75% dan onggok 25% dengan waktu inkubasi 72 jam adalah kombinasi terbaik dalam menghasilkan MOS yang maksimal. Sementara itu dosis pemberian hasil ekstraksi sebanyak 4000 ppm sangat dianjurkan sebab dapat menurunkan bakteri patogen dan meningkatkan bakteri non patogen. Hasil akhir menunjukkan penggunaan MOS ekstraksi dalam pakan dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan presentasi karkas, serta menekan angka mortalitas (kematian).
Penelitian berjudul “Ekstraksi Mannan Oligosakarida (MOS) Hasil Fermentasi Campuran Bungkil Inti Sawit dan Onggok sebagai Prebiotik dalam Pakan Terhadap Penampilan Produksi Ayam Pedaging” mengantarkan Nurhayati meraih gelar doktor di Program Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (PPS Fapet UB). Bertempat di ruang sidang utama lt.6 Gd. V ujian disertasi terbuka dilaksanakan Rabu, (25/07/2018). (dta)

Posted in Berita