Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Fapet Mengaji: Hindari Menjadi Warganet yang Julid

Fapet Mengaji: Hindari Menjadi Warganet yang Julid

Jumat, 5 April 2019
Oleh : Admin Fapet


Pada era milenial seperti sekarang masyarakat lebih leluasa mengutarakan pendapatnya melalui media sosial tanpa harus bertatap muka. Di satu sisi hal tersebut memberikan keuntungan yaitu lebih dekat dan mengenal sang idola baik dari kalangan artis maupun orang biasa. Namun di sisi lain mengomentari terlalu pedas atau dalam istilah sekarang dikenal dengan kata julid memberikan dampak negatif kepada target. Sebab dapat menjatuhkan mental, menjadikan fitnah, dan pencemaran nama baik.
Berkaca pada fenomena tersebut perkumpulan pengajian putri Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) mengadakan pertemuan dengan membahas menghindari menjadi warganet yang julid. Kegiatan yang terdiri dari dosen dan staf putri tersebut diadakan dua bulan sekali setiap hari Jumat menjelang shalat Dzuhur. Pengajian dilakukan secara ringan, berdiskusi membahas fenomena-fenomena dalam kehidupan yang dikaitkan hukum Islam, dengan mengundang dr. Nia selaku Dosen Fakultas Kedokteran UB sebagai ustadzah.
Nia mengatakan mencela, melaknat, mengejek, mengolok-olok, berkata kotor, dalam Islam haram dilakukan, terlebih lagi dilakukan oleh seorang Muslim. Sebab hadits Rasulullah SAW mengatakan Mukmin bukanlah yang suka mencela dan bukan yang suka melaknat serta bukan yang suka bicara jorok dan kotor (HR Bukhari).
Sebagai seorang muslim yang baik, alangkah lebih baik apabila tidak melakukan perbuatan julid. Allah telah memperingatkan hambanya untuk tidak mencela ataupun mencemooh orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti firman Allah dalam (QS. Al-Hujurat[11] :
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang (yang diolok-olokkan lebih baik dari mereka yang (mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-ololk perempuan yang lain, karena boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik daripada yang mengolok-olok. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (paggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
“Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits tersebut dapat direnungkan alasan mengapa wanita menjadi penghuni neraka terbanyak, sebab mulut wanita mudah sekali terpancing untuk menjadi julid dan nyinyir. Oleh sebab itu sebagai muslimah seharusnya menjaga lisan dan menghilangkan segala macam penyakit hati (iri). Salah satunya dengan terus beristiqfar memohon ampun kepada Allah SWT dan menjauhi memberikan komentar yang pedas, terlebih tidak mengetahui hal yang sebenarnya. Apabila tidak menyukai sesuatu lebih baik ditinggalkan tanpa berkata apapun. (dta)

Posted in Berita