Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Fakultas Peternakan UB Tuan Rumah Konggres XII ISPI 2018

Jumat, 7 Desember 2018
Oleh : Admin Fapet

Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) sebagai anggota Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) berkesempatan menjadi tuan rumah konggres XII ISPI tahun 2018. Bertempat di ruang auditorium lt.8 gedung V Fapet UB, kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota ISPI yang berkarir di bidang peternakan baik pemerintahan maupun swasta.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yakni Kamis – Sabtu (6-8/12/2018) ini dibuka secara resmi oleh Rektor UB, Prof. Nuhfil Hanani dengan didampingi Prof. Suyadi (Dekan Fapet UB) dan Prof. Ali Agus (Ketua Pengurus Besar ISPI). Sebelum memukul gong sebagai tanda pembukaan acara, Rektor mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi Fapet UB sebagai akademisi pendidikan untuk memajukan peternakan Indonesia.
Sementara itu Prof. Ali Agus dalam sambutannya memaparkan bahwa untuk dapat bersaing dengan pasar global, peternakan di Indonesia harus sudah dalam tahap industri. Sejak tahun 2012 secara global telah memasuki industri  4.0 dimana pelaku usaha harus merubah pola kerja dan menerapkan sistem teknologi untuk dapat efisien dalam pasar global.
Namun industri peternakan di Tanah Air masih tergantung oleh kondisi harga pasar, dimana produk peternakan kurang mampu bertahan terhadap situasi suplai demand di pasar, yang menyebabkan tidak adanya kepastian harga terhadap produk ternak dipasaran. Hal tersebut mempengaruhi pihak perbankan dalam memberikan kredit kepada pelaku usaha peternakan. Karena industri peternakan masih dianggap sebagai industri yang high risk.
Melalui kegiatan konggres XII diharapkan dapat memberikan pandangan situasional dan dapat menyatukan pendapat industri peternakan. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan protein hewani dalam negeri.
“Target konggres kali ini adalah mempertemukan para pelaku usaha (terutama peternak), distributor, pemerintah, stakeholder, serta pihak perbankan untuk memetakan kemampuan ternak dalam negeri dan memberi rekomendasi tentang pembangunan peternakan kepada pemerintah.” pungkasnya
Serangkaian acara seperti seminar nasional peternakan mengenai hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen Fapet UB dan kampanye gizi kepada siswa TK dan SD mengiringi kegiatan tersebut. (dta)

Posted in Berita