Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Mahasiswa Fapet UB Budidayakan “kecoa” Sebagai Pakan Murah untuk Ikan Lele

Rabu, 6 Juni 2018
Oleh : Admin Fapet

Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) yang terdiri dari  Himatul Ilma Silfia, Iraniar Yuni Arsari, Muhammad Sulthoni Ashari, dan Saadatin Nurul Jannah membudidayakan serangga ceremenje. Serangga yang masih satu keluarga dengan kecoa ini dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele sehingga mampu menekan biaya pakan sebesar 50%. Ceremenje memiliki kandungan protein tinggi sekitar 36% dibandingkan kecoa biasa yang hanya 18%.
Himatul Ilma dkk mengangkat suatu sistem pertanian terintegrasi yang disebut “InFAc (Integrated Farming and Aquaponic System)”, yakni sistem integrasi budidaya ikan lele dengan memanfaatkan kotoran unggas dan ceremenje menggunakan sistem aquaponic. Sistem tersebut memanfaatkan limbah kotoran ayam sebagai media budidaya ceremenje menjadi pakan ikan lele yang murah, sebab saat ini harga pelet semakin naik.
Program InFAc diterapkan di Desa Tembalang, Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar yang merupakan salah satu sentra ayam terbesar di Indonesia. Penduduk Desa Tembalang rata-rata bekerja sebagai petani, namun hampir setiap rumah terdapat ayam sebagai ternak peliharaan. Namun kotoran ayam yang menumpuk masih belum bisa dimanfaatkan dan menimbulkan polusi udara bagi masyarakat sekitar. Melalui program InFAc, kotoran ayam yang menumpuk dapat termanfaatkan untuk budidaya ceremenje dan mengurangi polusi udara.
Program ini bekerja sama dengan kepala Desa Tembalang dan anggota Karang Taruna Dharma Abadi untuk membantu mensukseskan langkah awal pemberdayaan masyarakat. Ketua Karang Taruna mengatakan bahwa program InFAc sangat membantu dan bermanfaat bagi anggota karang taruna sebab mereka menjadi lebih produktif, dan dapat berinovasi dalam pemberian pakan ikan lele.
‘‘Kami sangat berterimakasih kepada mahasiswa Universitas Brawijaya yang telah membantu karang taruna kami, dalam membangun dan memajukan karang taruna Dharma Abadi”. katanya pada saat sosialisasi
Sementara itu Saropan selaku Kepala Dusun Krebet mengatakan bahwa program seperti ini sebelumnya sudah pernah dilakukan di Desa Tembalang, namun hanya sekedar pembinaan organisasi. Selain mensosialisasikan secara teori mahasiswa Fapet juga mendampingi anggota karang taruna untuk mengaplikasikannya. (dta)

Posted in Berita