Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Inseminasi Buatan Menggunakan Liquid Semen

Rabu, 11 Juli 2018
Oleh : Admin Fapet


Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik adalah teknik memasukkan sperma (semen) pejantan yang sudah diproses ke dalam saluran reproduksi ternak betina melalui alat yang disebut insemination gun. Tindakan tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan populasi dan produktivitas ternak.
Indonesia sudah menerapkan metode IB, oleh sebab itu telah tersedia Balai Inseminasi Buatan berskala Nasional hingga Daerah yang menyediakan semen beku dari sapi atau kambing. Namun produksi semen beku dirasa kurang efisien sebab tidak semua pejantan unggul menghasilkan spermatozoa yang dapat dibekukan.
Selain itu pembekuan semen mengakibatkan kematian spermatozoa yang mengalami kerusakan membran. Usai proses pembekuan semen harus disimpan di dalam Nitrogen (N2) cair, sedangkan di sebagian besar luar Pulau Jawa, N2 cair tidak tersedia.
Berangkat dari latar belakang tersebut, tim peneliti yang tergabung pada Pusat Studi Ternak Pedaging dan Laboratorium Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan (Fapet) UB melakukan penelitian mengenai teknologi penyimpanan semen pada suhu dingin dan aplikasi IB menggunakan semen cair. Mereka terdiri dari Prof. Trinil Susilawati, Prof. V.M Ani Nurgiantiningsih, Prof. Nur Ihsan, Dr. Kuswati, Dr. Nurul Isnaini, Dr. Sri Wahyuningsih, dan Aulia Puspita Anugra yekti, M.Sc.
Tim peneliti yang diketuai oleh Prof. Trinil ini menemukan pengencer RCA dan RTA–R yang sudah mulai diproduksi oleh kalangan peneliti. Proses pendinginan dengan pengencer tersebut mampu mempertahankan motilitas spermatozoa semen sapi dan kambing sebesar 40% dengan masa simpan hingga delapan hari.
Teknologi ini telah diaplikasikan di Peternakan Rakyat dan Unit Breeding Sapi  PT. Pasir Tengah. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan semen cair lebih baik dari pada semen beku.
Hasil penelitian tim dosen Fapet UB ini disosialisasikan dalam bentuk pelatihan selama dua hari, yakni Senin – Selasa (9-10/07/2018). Bertempat di ruang sidang lt.6 Gd. V Fapet UB, pelatihan dihadiri oleh  perwakilan PT. Santosa Agrindo (Santori Probolinggo), PT. Danista Surya Pertiwi, PT Aust Asia Stockfeed (Lampung), Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Pekan Baru, UPT PT HMT Jember, UPT HMT Singosari, dan PPSKI Jember. Kegiatan terbagi menjadi sua sesi yakni presentasi dan praktikum prosesing semen cair.
Trinil mengatakan penggunaan semen cair diharapkan dapat diaplikasikan pada industri pembibitan sapi atau kambing yang memilih sendiri bibit pejantannya. Serta kawasan yang sulit bahkan tidak ada nitrogen cair.
“Teknologi ini bukan pesaing IB yang menggunakan semen beku, karena sasarannya berbeda. Mengingat kedua teknologi mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing.” pungkasnya (Nien/dta)

Posted in Berita