Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

EI-GUN: SEKALI TEMBAK LANGSUNG BUNTING

Jumat, 19 Juni 2015
Oleh : Admin Fapet

image001

dari kiri : Wahyu Setiawan, Mirsa Ita, dan Ronny Ari berfose dengan Alat EI-GUN

Rendahnya produktivitas ternak lokal di Indonesia, mendorong lima Mahasiswa Universitas Brawijaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Mereka adalah Mirsa Ita Dewi Adiana (Fakultas Peternakan), Doni Herviyanto (Fakultas Peternakan), Wahyu Setiawan (Fakultas Peternakan), Hermantoro Wahyu Pradana (FT- Teknik Mesin), dan Ronny Ari Setiawan (FT- Teknik Elektro).
“saya cukup prihatin dengan kondisi peternakan di Indonesia. Padahal kita negara Agraris akan tetapi kebutuhan pangan masih belum tercukupi khususnya di sektor peternakan seperti protein hewani. Salah satu faktor rendahnya konsumsi protein hewani di Indonesia adalah masih  rendahnya  produksi  dan  populasi  ternak  lokal,  hal  ini  mengakibatkan mahalnya  harga  pangan  sumber  protein  hewani  yang  sulit  dijangkau  oleh  daya beli  masyarakat” ujar Mirsa selaku Ketua Tim.
Mirsa memaparkan bahwa rendahnya produktivitas tersebut karena pertumbuhan ternak lokal yang masih lambat, maka dari itu mereka menciptakan alat EI-GUN (Electrical Insemination Gun) yang berfungsi untuk Inseminasi Buatan (mengawinkan ternak) menggunakan semen (sperma) segar.
“jadi alat kami ini dikhususkan untuk IB semen segar, karena yang harus kita tahu bahwa proses semen beku itu sendiri sangat membutuhkan ketrampilan khusus dengan alat impor dari German yang harganya ratusan juta rupiah. Kalau pakai semen segar, tinggal mengejakulasi sendiri maka tinggal kita kawinkan ke ternak tanpa alat semahal itu. Untuk sementara waktu, EI-GUN kita terapkan untuk IB kambing, jika sudah berhasil maka akan kita kembangkan untuk IB pada ternak besar seperti sapi” ujar Wahyu.
Alat EI-GUN itu sendiri tercipta dengan bantuan Dana Hibah dari DIKTI yang diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa yang diusulkan tahun 2014. Di bawah bimbingan Dosen Peternakan Dr. Ir Gatot Ciptadi, DESS alat tersebut kini sudah mulai diaplikasikan di tempat Mitra Kerjanya.
“keunggulan alat kami adalah dia menggunakan sistem Electric dan portable. Walaupun menggunakan sistem Electric atau berbahan listrik, alat ini tidak akan menyakiti ternak jika terjadi konslet, terkena air atau kesalahan lainnya, karena sudah dimodifikasi secara khusus. Pada penyempurnaannya, EI-GUN akan dilengkapi dengan mini camera medis dan Tft lcd yang berguna untuk mempermudah mendesposisikan semen pada servix ternak betina. ” tambah Ronny.
image003

Aplikasi EI-GUN dengan Bapak Sumali

“alat EI-GUN ini sangat membantu sekali untuk IB menggunakan semen segar, karena sekali ejakulat bisa untuk mengkawinkan beberapa ekor. alat ini lebih unggul dibanding alat Gun biasa, sehingga saya pribadi merekomendasikan kepada seluruh inseminator maupun petani peternak alangkah baiknya mengaplikasikan alat yang diberi nama EI-GUN ini” ujar Bapak Sumali selaku inseminator kambing Boer di Malang Raya.
Mereka berharap EI-GUN dapat membawa perubahan yang berarti demi kemajuan peternakan Indonesia. Selain itu, mereka juga berharap EI-GUN yang telah terdaftar Hak Paten di Sentra HKI LP3M ini dapat membawa agent of change tersebut menuju PIMNAS 2015 yang bertempat di Universitas Halu Oleo, Kendari.

Posted in Berita