JURNAL FAPET

Portal Jurnal-jurnal Peternakan terlengkap yang dihasilkan oleh Dosen-dosen di lingkup Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya.

TRACER STUDY

Hasil tracer study untuk peningkatan kualitas internal dan eksternal fapet ub. Kami sangat menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan.

JADWAL KULIAH

Jadwal kuliah semester Ganjil 2018/2019

DOWNLOAD BORANG

Kumpulan Borang Fakultas Peternakan

SIADO

Sistem Informasi Akademik Dosen

SIMITA

Sistem Informasi Peminatan dan Tugas Akhir

KOMPLAIN

Keluhan yang disampaikan akan kami sampaikan kepada unit kerja terkait melalui pimpinan Universitas Brawijaya. Seluruh keluhan akan dikelola oleh PIDK (Pusat Informasi, Dokumentasi dan Keluhan).

REPOSITORY

Kumpulan draft manuskrip jurnal mahasiswa S1 Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

PKBR

Informasi Pembinaan Karakter Berbasis Religi

FapetUB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Dosen UB Bimbing Peternak dari Program IB Hingga Pengolahan Limbah

Melalui program Doktor Mengabdi, dosen Universitas Brawijaya (UB) lakukan pemberdayaan masyarakat kepada peternak sapi perah di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Program pemberdayaan dilakukan oleh Dr. Kuswati (Fapet), Dr.Tri Eko Susilorini (Fapet), Prof. Trinil Susilawati (Fapet), dan drh. Ahmad Fauzi, M.Sc (FKH). Kegiatan meliputi penyuluhan program inseminasi buatan (IB), pembuatan silase, peningkatan kesehatan indukan, dan pengolahan limbah.

Dr. Kuswati selaku ketua tim mengatakan bahwa populasi ternak sapi perah di Desa Krisik mencapai 95%. Yangmana setiap harinya menghasilkan sekitar 12.000 liter susu segar. Namun peternak memiliki kendala dengan produktivitas ternak, persediaan makanan dikala musim kemarau, dan limbah yang melimpah.

Untuk meningkatkan produktivitas ternak, kolaborasi dosen peternakan dan kedokteran hewan ini memberikan pelatihan tentang IB dan kesehatan indukan. Menurut Prof. Trinil (ahli reproduksi ternak), lewat metode IB dapat memperbaiki mutu genetik, mencegah kemajiran (mandul), dan mencegah penularan penyakit reproduksi.

Selain itu upaya peningkatan kesehatan induk juga dibutuhkan untuk mengurangi kematian anak sapi (pedet). Sebab pedet yang baru lahir rentan terhadap penyakit, oleh karenanya perlu diberikan perawatan intensif. Caranya menjaga kebersihan kandang, mengandangkan pedet dengan induknya minimal hingga 40 hari setelah lahir, memberi pakan bernutrisi tinggi bagi induk dan anak, serta persediaan air minum harus selalu ada.

Disisi lain di kawasan Desa tersebut limbah perkebunan dan pertanian melimpah ruah dan belum termanfaatkan. Padahal limbah yang berasal dari bungkil kedelai, bungkil kelapa, dedak padi, jagung, dan ongok dapat dijadikan sebagai konsentrat yang kaya protein.

Sedangkan limbah tebon jagung, tebon padi, dan rumput gajah dapat diolah sebagai silase. Yakni pakan berkadar air tinggi dari hasil fermentasi untuk menjaga kesegaran hijauan sebagai cadangan makanan dikala musim kemarau. Sementara limbah dari kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai biogas dan pupuk kompos.

Pelatihan pengolahan limbah ini pun menjadi salah satu materi yang disosialisasikan kepada peternak. Untuk memudahkan pemberian pakan maupun pengolahan silase, mereka memberikan hibah sebuah mesin copper hijauan,

Kuswati menuturkan, peternakan di Desa Krisik memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Apabila peternak mampu menerapkan program-program tersebut, maka otomatis menambah income untuk meningkatkan perekonomian.

Harapan kedepannya Desa Krisik memiliki pabrik pakan ternak sendiri yang dapat dikomersilkan. (iff/dta)