Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Disertasi M. Ervandi, S.Pt.,M.P : Hubungan Status Fisiologi Reproduksi Sapi Induk Brahman Cross dengan Keberhasilan Kebuntingan

Disertasi M. Ervandi, S.Pt.,M.P : Hubungan Status Fisiologi Reproduksi Sapi Induk Brahman Cross dengan Keberhasilan Kebuntingan

Rabu, 18 Maret 2020
Oleh : Admin Fapet


Dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Gorontalo, M. Ervandi, S.Pt.,MP menempuh ujian disertasi terbuka, Selasa (17/03/2020). Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Pascasarjana di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.
Ujian yang berlangsung di ruang rapat senat lt.6 Gd.V Fapet UB ini dipimpin oleh Dr. M. Halim Natsir selaku Wakil Dekan bidang Akademik. Sebelum memulai ujian Halim menjelaskan bahwa saat ini UB sedang meminimalisir kegiatan yang mengundang keramaian dan bertatap muka langsung.
Akan tetapi apabila peserta berasal dari daerah yang bebas dari sebaran virus maka diperbolehkan, dengan catatan diwajibkan mengisi form keterangan sehat yang menyatakan riwayat kesehatan dan perjalanan.
“Selain itu untuk mengurangi kontak secara langsung, waktu ujian kami percepat dan tidak ada lagi jabat tangan.” jelas Halim
Bersama Dosen promotor Prof. Trinil Susilawati, Prof. M. Nur Ihsan, dan Dr. Sri Wahyuningsih, Ervandi membahas penelitian berjudul “Status Fisiologi Reproduksi Sapi Induk Brahman Cross Hubungannya dengan Keberhasilan Bunting.”
Menurutnya, salah satu faktor penyebab rendahnya populasi dan produktivitas sapi potong adalah permasalahan reproduksi ternak sapi betina yang menentukan keberhasilan kebuntingan, baik hasil intensifikasi kawin alam maupun IB. Seperti yang terjadi pada ternak sapi induk Brahman Cross hingga sampai saat ini.
“Penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh ransum pakan, interval waktu IB, tampilan reproduksi hubungannya dengan keberhasilan kebuntingan, menganalisis hubungan Body Codition Score (BCS) terhadap Service per Conception, dan mengetahui kondisi fisiologi ovarium sapi induk Brahman Cross.” terang Ervandi saat melakukan presentasi
Penelitian dilakukan di Unit Breeding PT. Pasir Tengah Desa Cilampele, Mentengsari, Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, selama tiga bulan. Sample yang digunakan adalah 80 ekor sapi induk Brahman Cross dengan bobot badan berkisar 300 – 500 kg.
Proses penelitian melalui dua tahapan yaitu evaluasi pengaruh ransum pakan dan interval waktu IB terhadap keberhasilan kebuntingan. Serta pengamatan status fisiologi anatomi ovarium, anatomi organ reproduksi, dan analisi konsentrasi hormon.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kebutuhan nutrisi berupa bahan kering dan protein kasar yang terkandung dalam pakan yang diberikan di PT. Pasir Tengah belum tercukupi. Sehingga berdampak pada kondisi fisiologi reproduksi terutama pada keberhasilan kebuntingan sapi induk Brahman Cross.
Sementara itu hasil IB setelah pemberian ransum pakan memperlihatkan presentase kebuntingan masih sangat rendah dengan angka konsepsi interval waktu IB antara 0-2 jam sebesar 35%. Sedangkan BCS memberikan kontribusi positif sedang terhadap angka keberhasilan kebuntingan.
“Namun saya menemukan faktor lain yang menyebabkan kegagalan reproduksi, yaitu kelainan anatomi organ reproduksi dan gangguan pada ovarium.” pungkasnya (dta)
 

Posted in Berita