Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Dekan Fapet UB Perkenalkan Kambing Ettawa di Program “Tau Gak Sih?” Trans 7

Selasa, 9 Agustus 2016
Oleh : Admin Fapet

trans

Program “Tau Gak Sih?” balutan Trans 7 melakukan lawatan ke Fakultas Peternakan, Senin (8/8/2016). Maksud kunjungan tersebut untuk mengulas lebih dalam mengenai kambing Ettawa. Sebagai praktisi peternakan yang ahli dibidangnya, Prof.Dr.Sc.Agr.Ir. Suyadi, MS, Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) UB perkenalkan kambing Ettawa kepada publik.
Awal mulanya kambing Ettawa didatangkan dari India oleh pemerintah Belanda pada masa penjajahan, yang kemudian secara turun temurun dikembangbiakkan oleh masyarakat Desa Donorej, Kec. Kaligesing, Kab. Purworejo. Dalam perkembangannya kambing yang dibudidayakan untuk produksi daging dan susu ini dikawinkan dengan kambing lokal, keturunannya dikenal dengan Peranakan Ettawa (PE).
Menurut Suyadi, kambing Ettawa atau PE lebih cocok dan bisa berkembang secara optimal apabila dipelihara di daerah dataran tinggi. Oleh karena itu kambing ini dibudidayakan secara meluas hampir di seluruh Kabupaten Purworejo, bahkan telah merambah beberapa wilayah seperti Jogjakarta, Kudus, Jepara, Banyuwangi, Malang, Kediri, Trenggalek, dan kota-kota lain di luar Jawa. Selain itu beliau memaparkan perbedaan kambing Ettawa dengan kambing lokal antara lain perawakan kambing ettawa lebih besar, produksi daging lebih banyak meski kambing lokal difokuskan untuk menghasilkan daging, serta produksi susu lebih banyak yaitu 1,5 – 2 liter/hari.
Kandungan gizi susu kambing tidak jauh berbeda dengan susu sapi, hasil riset membuktikan bahwa susu kambing ettawa memiliki tekstur lemak yang lebih lembut dan halus, serta lebih mudah dicerna. Sementara itu manfaat susu kambing ettawa diantaranya sebagai obat mujarab bagi penderita TBC dan asma, meningkatkan sistem ketahanan tubuh, mengatasi masalah pada sistem pencernaan sehingga baik dikonsumsi bagi individu yang alergi terhadap susu sapi, baik bagi ibu hamil dan menyusui, berkhasiat bagi kecantikan dan kekencangan kulit, serta berkhasiat meningkatkan kekuatan dan gairah seksual.
Pengolahan susu kambing ini juga beragam seperti yang telah dikembangkan di Fakultas Peternakan bagian Teknologi Hasil Ternak (THT). Olahan tersebut antara lain yoghurt, keju, kefir, face toner, dan cream masker, dalam waktu dekat bagian THT Fapet ini akan meluncurkan yoghurt spa.
Program acara yang  tayang setiap hari Senin hingga Jumat pukul 14.15 ini mengangkat hal-hal sepele dalam kehidupan sehari-hari namun banyak yang belum mengetahui arti dan makna hal tersebut. Menurut kru program Tau Gak Sih edisi kambing Ettawa ini akan ditayangkan bulan September mendatang. (dta)

Posted in Berita