Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Broiler Organik “Bronik” Alternatif Pangan Sehat Bebas Bahan Kimia

Broiler Organik “Bronik” Alternatif Pangan Sehat Bebas Bahan Kimia

Senin, 7 September 2020
Oleh : Admin Fapet

Daging ayam broiler menjadi primadona masyarakat Indonesia, sebab harga yang terjangkau dan pengolahannya pun mudah. Namun WHO (2017) dan Kementrian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) melarang secara global penggunaan antibiotik pada ternak sehat.  Sebab kemungkinan ternak mengandung residu potensial dari antibiotik dan hormon karena over atau salah penggunaan, sehingga membahayakan kesehatan konsumen.
Salah satu alternatif pangan sehat bebas bahan kimia adalah broiler organik (bronik). Yaitu ayam yang sejak bibit (Day Old Chick/DOC) diternak secara alami, tanpa bahan kimia termasuk dalam pakan dan obat-obatan.
Penjelasan itu disampaikan oleh Dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB), Dr. Ir. Irfan H. Djunaidi, M.Sc.,IPM.,ASEAN Eng dalam seminar online “Pelatihan Budidaya Broiler Organik”, Sabtu (5/09/2020).
“Keunggulan daging bronik adalah rendah Lemak (kolesterol), tidak berlendir (susut masak rendah), dan protein lebih tinggi. Secara tampilan fisik daging berwarna merah muda dan berserat halus.” Jelas Dr. Irfan
Hasil uji laboratorium BPMEI Deperindag RI menunjukkan bahwa kandungan kadar protein pada ayam organik sebesar 19.06%, bebas salmonella, tidak terdeteksi kadar arsen (As), kadar timbal (Pb), dan kadar raksa (Hg).
Sementara itu Dr.Ir. Suraya Kaffi Syahputra, M.T.A (Dosen Politeknik Negeri Lampung) yang juga bertindak sebagai narasumber, mengatakan bahwa teknik beternak ayam bronik terfokus pada dua aspek. Pertama kualitas dan higeinitas pakan, artinya bahan pakan yang diberikan harus organik yangmana memperhatikan keseimbangan formulasi pakan dengan nutrisi. Kedua bio security, yang meliputi sanitasi kebersihan kandang dan lingkungannya serta kesehatan DOC. (dta)
 
 
 
 

Posted in Berita