Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

BCS Sebagai Indikator Kesehatan Reproduksi dan Produksi Susu pada Sapi

BCS Sebagai Indikator Kesehatan Reproduksi dan Produksi Susu pada Sapi

Selasa, 22 September 2020
Oleh : Admin Fapet

Body Condition Score (BCS) adalah metode menilai tubuh ternak dengan melihat kondisi tubuh maupun dengan perabaan pada timbunan lemak dibawah kulit sekitar pangkal ekor, tulang punggung, dan pinggul. Penentuan BCS pada sapi yang mengacu pada Inggris dan Commenwealth, berada pada skala 5, yang berarti skala 1 = sangat kurus, 2 = kurus, 3 = sedang, 4 = gemuk, dan 5 = sangat gemuk.
Penerapan BCS pada sapi perah dilakukan untuk mengetahui pencapaian standar kecukupan cadangan lemak tubuh yang akan mempengaruhi penampilan produksi susu, efisiensi reproduksi, dan kesiapan kelahiran.
Menurut Dr. Ir. Tri Eko Susilorini, MP. IPM. ASEAN Eng, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB), BCS merupakan parameter visual untuk mengetahui cadangan lemak tubuh yang tersedia. Sebab kecukupan pakan sapi perah akan tercermin pada kondisi tubuh ternak.
“Secara umum induk sapi perah mempunyai rata-rata nilai BCS antara 2,5-3,5 saat melahirkan. Akan tetapi idealnya pada periode laktasi BSC indukan, berkisar pada nilai 3,25 hingga 3,75.” jelasnya
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Icus (sapaan Dr. Tri Eko), dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dikemas dalam bentuk sekolah lapang kepada kelompok ternak di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Sabtu (19/09/2020). Kegiatan itu dilakukan bersama tim dosen lainnya seperti Prof. Suyadi, Dr. Mashudi, Aswah Ridhowi.,M.Sc, dan Aulia Puspita Anugraha Yekti.,M.Sc.

Sosialisasi pentingnya pengukuran BCS pada ternak oleh Dosen Fapet UB kepada kelompok ternkan KAN Jabung

Penyampaian materi BCS kepada kelompok ternak dirasa penting, sebab kemampuan peternak masih terbatas dalam menentukan bobot badan dan pendugaan cadangan lemak tubuh. Karena kurangnya pengetahuan dan fasilitas alat timbang untuk ternak.
Sedangkan produksi susu berkaitan erat dengan kondisi tubuh ternak, sehingga untuk menilai kondisi tubuh atau melihat status nutrisi ternak dapat menggunakan sistem BCS.
Melalui kegiatan sekolah lapang, diharapkan dapat merubah mindset peternak dan menjadi solusi pemecahan masalah dalam manajemen budidaya yang masih tradisional. Yaitu dengan dilakukan transfer ilmu dari Perguruan Tinggi kepada peternak rakyat, sehingga mampu mendorong dan membangun persusuan dalam negeri. (dta)

Posted in Berita