Fapet Journal

Portal the most complete Animal Science Journals produced by Lecturers in the Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

Tracer Study

The results of the tracer study to improve the quality of the internal and external fapet UB. We absolutely guarantee the confidentiality of the information provided.

Download Form

Collection of Faculty of Animal Husbandry Forms.

Siado

Lecturer Academic Information System.

SIMITA

Information System for Specialization and Final Project.

Complaint

Complaints that are submitted will be conveyed to related work units through the leadership of Universitas Brawijaya. All complaints will be managed by PIDK (Information, Documentation and Complaints Center).

Repository

A collection of journal manuscripts for undergraduate students of Faculty of Animal Science, Brawijaya University.

PKKMABA

Information Portal for Introduction to Campus Life.

Fapet UB Slides

PowerPoint templatesto boost your presentations

Atasi Penyakit Surra pada Sapi dengan Lumut Kerak

Atasi Penyakit Surra pada Sapi dengan Lumut Kerak

Kamis, 24 September 2020
Oleh : Admin Fapet

Peternak sapi di Indonesia umumnya masih menggunakan sistem pemeliharaan yang tradisional. Termasuk dalam penerapan manajemen kandang yang buruk dan kurang memperhatikan kebersihannya. Padahal kandang kotor dapat mengundang lalat sebagai sumber penyakit.
Ada jenis lalat yang berbahaya bagi ternak yaitu lalat pengisap darah, dimana untuk bertahan hidup mengisap darah dari inangnya. Pada beberapa kasus kronis hama ini dapat menyebabkan stres sehingga menurunkan produktivitas ternak.
Selain itu lalat pengisap darah juga merupakan vektor penyebar penyakit infeksi darah (surra). Sapi yang terinfeksi akan mengalami gejala peningkatan suhu tubuh tinggi, kehilangan berat badan, anemia, dan terkadang dengan gejala syaraf. Apabila tidak ditangani mengakibatkan kematian, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak.
Selama ini sebagai pengobatan peternak menggunakan obat Trypanocidal, seperti surramin, diminazeneacceturate, danisomedium. Namun berdasarkan data Balai Penelitian Veteriner (Balitvet) Bogor, ternak yang terjangkit surra resisten terhadap isometamedium atau diminazenazeturate. Maka perlu dilakukan penemuan obat baru yang mampu mengobati penyakit surra.
Melihat peluang tersebut mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) bersama dosen pembimbing Asri Nurul Huda S.Pt., MP., M.Sc. mengkaji senyawa aktif asam usnat yang terkandung dalam lumut kerak (lichen) dan kayu angin (usnea sp).
Menurut tim yang terdiri dari Ridho Pambudi, Zouki Jasin Safera, dan Aufa Abdirrohman Ar Rosyid, kedua tanaman itu berpotensi mengatasi penyakit surra. Sebab lichen dapat menghasilkan berbagai macam senyawa seperti asam barbarat, asam galbiat, asam pulvinat, asam usnat, dan lainnya.
Sedangkan usnea sp yang termasuk keluarga Lichenes, menghasilkan metabolit sekunder yang mempunyai berbagai aktivitas farmakologi, sebagai antimikroba dan antiinflamasi.
“Asam usnat yang dihasilkan oleh lichen dari ekstraksi akarnya dapat menghambat pertumbuhan protozoa melalui perusakan mitokondria, namun tidak menyebabkan kerusakan pada sel inang.” ungkap Ridho
Lichen atau lumut kerak dapat ditemukan di hutan, pegunungan kebun, dan taman karena dapat tumbuh diberbagai media tanam. Sementara usnea sp tersebar di pegunungan pulau Jawa dan Sumatera. (dta)

Posted in Berita