Ditulis pada tanggal 16 Agustus 2018, oleh humas, pada kategori Berita

Mahasiswa merupakan generasi muda penerus yang berpotensi untuk memajukan bangsa. Oleh sebab itu mereka perlu diberikan pendidikan karakter melalui wawasan kebangsaan agar cinta tanah air dan tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing yang masuk.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh dosen Fakultas Peternakan Univeritas Brawijaya (Fapet UB) sekaligus tokoh nasional wawasan kebangsaan Prof. Hendrawan Soetanto. Bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2 Maba) Fapet UB, Kamis, (16/08/2018) ia mengatakan bahwa akhlak dan moral adalah kunci utama untuk memajukan bangsa.

Pendidikan karakter secara utuh yang perlu diajarkan kepada mahasiswa baru meliputi ilmu pengetahuan, budi pekerti, kreativitas, dan inovatif. Sementara itu untuk pengembangan nilai-nilai karakter terdiri dari olah hati (etika), olah pikir (literasi), olah karsa (estetika), dan olah raga (kinestetik). Sehingga akan menghasilkan pribadi yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, komunikatif, cinta damai, peduli lingungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Salah satu cara mengimplementasikan cinta tanah air kepada mahasiswa ialah menanamkan kejujuran.  Menyontek dan plagiasi adalah contoh perbuatan korupsi sebab mengambil yang bukan haknya.

“Mulai dari sekarang belajarlah menjadi pribadi yang jujur dan menghargai waktu. Jangan menyontek, jangan bolos kuliah, dan jangan terlambat meskipun hanya lima menit. Kebohongan-kebohongan kecil apabila dibiasakan akan menjadi hal yang dianggap wajar padahal itu merupakan bibit-bibit tindakan korupsi yang tidak pernah kita sadari.”pungkasnya (dta)