Ditulis pada tanggal 18 Mei 2018, oleh humas, pada kategori Berita

Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Ilmiah Mahasiswa (KIM) memperoleh dua Gold Medal dan satu Silver Medal dalam ajang International Invention & Innovative Competition (InIIC SERIES 1/2018).

Tim pertama yang mendapatkan Gold Medal mengusung karya berjudul “SMART IB : Aplikasi Pelayanan IB Berbasis Online System Sebagai Upaya Mengatasi Kegagalan ReproduksiTernak di Kelompok Tani Sapi Perah dan Pedaging Pandermania Kota Batu.” Terdiri dari Pranaya Arya Satya (2015), Puguh Harianto (2015), dan Wahyu Nindasari (2016).

Di bawah bimbingan Dr. Gatot Ciptadi mereka menciptakan sebuah aplikasi pelayanan Inseminasi Buatan (IB) berbasis online. Fitur yang ditawarkan seperti recording untuk mengetahui profil, umur, dan suklus birahi pada ternak. Terdapat juga berita seputar dunia peternakan Indonesia, serta dilengkapi konsultasi online mengenai pemilihan bibit ternak yang sesuai.

Pranaya selaku ketua tim mengatakan latar belakang ide tersebut berdasarkan pengamatan  rendahnya angka keberhasilan reproduksi ternak milik kelompok tani Pandermania. Serta proses service per conception atau ekspresi pada ternak terlalu tinggi yakni bisa diatas 2 kali, sehingga masyarakat membutuhkan lebih dari dua kali IB untuk bisa menghasilkan kebuntingan.

Gold medal kedua dipersembahkan oleh kolaborasi mahasiswa UB yang terdiri dari Guruh Prasetyo (Fapet 2014), M.Andika Yudha Harahap (Fapet 2016), Mohamad  Farhan Baehaqi (FP 2016), Helmy Aulia Muhammad (FP 2016), dan M. Rizal Fauzi (Teknik Kimia 2014).  Mereka Mengangkat penelitian berjudul “APIS BEARD (Herbs Beard Balm and Oil).”

Tim dengan pembimbing Firman Jaya, M. P. ini menciptakan produk penumbuh jenggot. Produk tersebut memanfaatkan Bee Pollen lebah madu dan Indonesian herbs oil hasil teknologi Cold Press sebagai produk penumbuh jenggot, kumis, dan bulu dada alami untuk meningkatkan maskulin pria. Produk ini juga mengandung biotin dari bee pollen terfermentasi di sarang lebah yang berguna membantu menumbuhkan rambut, khususnya jambang dan kumis.

Sementara itu karya berjudul B-VETRACE (Bee Venom Harvester Device) berhasil mengantarkan Ariq KusumaWardana (Teknik Elektro), Mohammad Euro Anwarudin (Fapet 2015), Guruh Prasetyo (Fapet 2014), Siti Nur Ulfah (Fapet 2017), dan Muhammad Khuzain (Teknik Elektro) memperoleh Silver Medal.

B-VETRACE merupakan alat pemanen bee venom (racun lebah) dengan menggunakan gelombang dan arus listrik. Alat ini didesain secara portable serta dilengkapi sel surya sebagai sumber energy. Keunggulannya dapat memanen bee venom dalam jumlah banyak, ramah lingkungan, serta tidak menyebabkan kematian pada lebah sehingga lebih animal welfare.

Menurut Euro, salah satu perwakilan dari Fapet, alat tersebut merupakan modifikasi dari alat sebelumnya yang sudah diikutkan dalam lomba WINTEX. Namun terdapat beberapa perubahan dan sudah dilakukan uji lapang pada peternakan lebah.

InIIC  ialah acara tahunan yang diadakan oleh Perpustakaan Negara Malaysia, bekerjasama dengan University of Malaya dan MNNF Network. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Federal, Bukit Bintang Road, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (12/5/2018) ini diikuti oleh investor dari berbagai  negara, diantaranya Malaysia, Indonesia, Thailand, India, USA dan lainnya.  (iff/dta)