Ditulis pada tanggal 20 November 2017, oleh humas, pada kategori Berita

derkuku prasasti

Fakultas Peternakan menggelar jalan sehat yang merupakan serangkaian kegiatan Dies Natalis ke-56 tahun, Minggu (19/11/2017). Mengusung tema “Peningkatan Mutu Penelitian dan Hilirisasi Produk Peternakan Menuju Fakultas Peternakan yang Bermutu dan Bereputasi”, acara tersebut disemarakkan oleh civitas akademika Fapet, pejabat rektorat, purna tugas, dan tamu undangan.

Kegiatan diawali dengan pelepasan sejumlah 56 ekor burung derkuku oleh, Prof. M. Bisri (Rektor UB) dengan didampingi Prof. Suyadi (Dekan Fapet), dan para Wakil Rektor. Prof. Bisri mengatakan makna melepaskan burung derkuku selain sebagai identitas peternakan ialah di usia ke-56 yang sudah matang ini Fapet siap terbang menuju fakultas yang bereputasi baik nasional maupun internasional.

Prof. Suyadi mengungkapkan pemilihan burung derkuku sebab lebih mudah beradaptasi dan berkembang di lingkungan UB meskipun secara liar. Selanjutnya beliau menerbangkan rangkaian balon ke udara sebagai euforia dan simbolik Fapet menggapai harapan dan cita-cita setinggi langit.

Bendera hitam putih pun dikibaskan oleh Rekor yang menandai pemberangkatan jalan sehat. Adapun rute yang dilewati yakni start dari Fakultas Peternakan melewati FPIK, FMIPA, Rektorat, Perpustakaan, Bundaran, Widyaloka, GKB, FMIPA, dan berakhir di halaman selatan kandang burung besar Fapet.

Usai jalan sehat, peserta disambut Hadroh dan diarahkan ke Masjid Al-Araf untuk menyaksikan acara peresmian Masjid dengan pemotongan pita serta penandatanganan prasasti oleh Rektor. Masjid Al-A’raf merupakan bangunan inventaris milik Fapet yang terletak di halaman samping antara gedung III dan gedung V. Masjid berlantai satu ini selalu ramai dikunjungi jamaah terutama masuk waktu Shalat Dzuhur dan shalat Jumat. Namun daya tampung selalu over capacity saat dilaksanakan Shalat Jumat hingga jamaah harus rela Shalat di taman dan pelataran masjid.

Oleh sebab itu pengurus masjid beserta dekanat mencetuskan untuk merenovasi bangunan. Saat ini bangunan masjid 80% sudah rampung dan berlantai dua, harapannya mampu menampung lebih banyak jamaah sehingga menciptakan kenyamanan dan kekhusyukan dalam beribadah. (dta)