Ditulis pada tanggal 2 Oktober 2018, oleh humas, pada kategori Berita

Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI) mengadakan focus group discussion (FGD). Acara yang membahas tentang analisis regulasi bidang peternakan terkait kewenangan profesi insinyur peternakan ini dilaksanakan, Sabtu (29/08/2018).

Kali ini Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) berkesempatan menjadi tuan rumah. Bertempat di ruang sidang utama lt.6 Gd. V kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas/jurusan/program studi peternakan se-Indonesia. Serta peserta pendidikan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bidang peternakan dan dosen pengampu mata kuliah perundangan dan peraturan peternakan di Fapet UB.

Sekjen FPPTPI sekaligus Dekan Fapet UB, Prof. Suyadi mengatakan upaya pengembangan peternakan Indonesia adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia yang profesional melalui pendidikan profesi keinsinyuran bidang peternakan. Disamping itu salah satu manfaat profesi keinsinyuran ialah memberikan perlindungan terhadap profesi. Oleh karenanya kegiatan FGD ini diperlukan untuk mendiskusikan kewenangan-kewenangan bidang insinyur sekaligus mensinkronisasikannya dengan undang-undang.

Pada kesempatan tersebut Prof. Suyadi bersama Prof. Ali Agus (Dekan Fapet UGM sekaligus ketua umum PB Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia), Ir. Yudi Guntara Noor, dan Prof. James Hellyward (Dekan Fapet Andalas) bertindak sebagai narasumber. Mereka menyampaikan materi secara bergantian, diantaranya peta kewenangan insinyur peternakan terkait UU no.41 Tahun 2016 oleh Prof. Suyadi. Kisi-kisi perlindungan kewenangan profesi insinyur peternakan oleh Prof. ali Agus. Kendala-kendala praktis dalam implementasi regulasi bagi profesi sarjana peternakan oleh Ir. Yudi Guntoro Noor, dan usulan kebijakan jenjang karir dan penghargaan atau imbalan profesi insinyur petrernakan di dunia kerja oleh Prof. James Hellyward. (dta)